K
Begitulah penggalan iklan yang belakangan sering muncul di layar TV kita. Bahwa kebebasan yang diimpikan setiap orang selama ini, ternyata nggak seperti yang dibayangkan. Tetap saja ujung-ujungnya... nggak bebas juga. Tapi, benarkah kita ingin hidup sebebas-bebasnya tanpa adanya batasan? Apakah artinya hidup bebas dan merdeka buat kita?
Bebas itu....
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bebas diartikan sebagai lepas
sama sekali, atau tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya, sehingga dapat
bergerak, berbicara, berbuat dengan leluasa. Bebas juga diartikan sebagai
kemerdekaan, tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi dan tidak
terikat atau terbatas oleh aturan. But
the real fact, kebebasan itu rupanya nggak bisa sebebas-bebasnya. Tetap
saja bebas itu ada batasannya. Kok, bisa, ya?
Sebagai contoh, nih, kita bebas melakukan apapun, melakukan apa saja semau
kita. Tapi ingat, kita juga punya keterbatasan fisik. Sobat muda bebas-bebas
aja kalau mau berolahraga dari pagi sampai pagi lagi. Tapi kita bisa saja kena
typhus yang bukan hanya merepotkan diri kita sendiri, tapi juga keluarga,
kerabat dan sahabat. Tetap saja kebebasan itu ada batasnya.
Masih mau bukti lagi? Contoh selanjutnya, kita bebas melakukan apapun dalam
hidup kita sehari-hari, namun ada batasan waktu yang melingkupi kita. 24 jam
sehari yang terus menerus diberikan kepada kita. Bisa saja hari ini kita bebas.
Tapi besok pagi belum tentu kita bisa mendapatkan kebebasan itu, karena sudah nggak
dikasih waktu lagi oleh Allah, alias sudah meninggal dunia.
Free In Christ
Well, sobat muda... intinya yang
namanya bebas itu ternyata tetap ada batasannya, karena manusia sendiri adalah
makhluk dengan kemampuan yang terbatas. Apalagi bagi kita semua yang sudah
berada di dalam Kristus, kebebasan yang kita miliki adalah kebebasan yang berdasarkan
Firman Allah. Oleh karena itu hidup dalam kebebasan berarti menunjukan
kebebasan kita sebagai orang yang telah dibebaskan oleh Yesus Kristus dari
belenggu dosa.
Kebebasan di dalam Kristus sendiri ditentukan dari penyerahan diri kita
secara total kepada Allah, serta ketaatan penuh pada firmanNya. Artinya, kebebasan
yang diberikan oleh Allah ini, menuntut kita untuk hidup sesuai dengan firman
Allah. Om Paulus dalam 1 Korintus 7 : 35
mengingatkan, “Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan
untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya
kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.”
Bukan
berarti di masa muda kita ini, kita nggak boleh menggunakan kebebasan kita
secara mutlak. Tetapi Allah sudah mengingatkan bahwa segala sesuatu boleh
dilakukan, tapi tetap akan ada akibatnya (Pengkhotbah 11:9). Sebab itu, ayo
mulai sekarang, belajar untuk menggunakan kebebasan yang kita miliki secara
benar. Belajar untuk tahu batas-batas kebebasan kita, agar hidup kita pun tetap
berkenan di hadapan Allah.(greesika)(Telah dimuat di Majalah Kasut GKI Pondok Indah Jakarta Selatan, Edisi Agustus 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar